Random Writing Challenge: Something I always wanted to do but...



What’s something you’ve always wanted to do but haven’t? Why not?

Sore tadi, saya memutuskan untuk menulis review drama korea ‘While you were sleeping’ di blog, sekaligus untuk disetorkan ke #1minggu1cerita. Drama tahun 2017 yang sangat hits dan sudah saya tuntaskan lama, tapi belum menulis reviewnya. Tapi, saya malah tertidur di depan televisi karena badan sedang tidak fit. Menjelang malam, saya bersiap menulis reviewnya. Di depan laptop saya mengambil ancang-ancang dan mengurungkan niat. Karena ada beberapa hal yang ingin saya bahas di review itu. Waktu tak cukup untuk mendapatkan data yang saya inginkan kemudian mengolahnya menjadi tulisan. Sejenak, saya memutuskan untuk bolos menulis di blog saja minggu ini. Saya tak tahu harus menulis apa. Pencarian saya pun tertuju pada tema writing challenge—tahun lalu saya rajin ikut writing challenge seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya dan saya tahu jika tema yang ditawarkan menarik. Saya membaca tema-tema itu, kemudian memutuskan untuk membuat “Random Writing Challenge” di blog, yaitu postingan yang temanya diambil dari Writing Challenge secara acak. Kemunculannya di blog ini pun secara acak, karena saya tak bisa menjanjikan menulis tema itu dalam jangka waktu tertentu.
Tema ini sangat mencerminkan diri saya. Why? Karena saya tipe orang yang kepercayaan dirinya rendah dan suka pesimis di awal, bahkan sebelum semuanya dimulai. Hahaha! *tertawa sedih. Ada banyak hal yang selalu ingin saya lakukan; menulis buku sains untuk anak-anak, membuat blog khusus pendidikan, mengungkapkan ketidaksukaan saya pada sikap seseorang secara gamblang, dan lain-lain. Kali ini, saya akan membahas tiga hal saja. Tiga hal krusial yang begitu ingin saya lakukan selama setahun belakangan.
Saya ingin belajar memasak dan membuka bisnis kuliner. Berkali-kali saya menabung untuk membeli mixer, oven dan alat masak lainnya, tetatpi tabungan itu pada akhirnya selalu saya gunakan untuk hal lain. Alasannya sederhana, karena saya tak merasa yakin bisa menghasilkan masakan yang enak untuk dijual. Saya mulai memikirkan, bagaimana jika uangnya digunakan untuk keperluan lain yang lebih berguna. Pikiran ini yang membuat saya selalu urung membeli perlatan masak lengkap, belajar memasak lebih dalam dan membuka usaha.
Selanjutnya saya ingin rutin yoga. Ah, entah kenapa yang ini sangat susah sekali. Saya sudah mengumpulkan video yoga dan menontonnya. Seminggu berjalan dengan baik, tetapi setelahnya saya selalu absen. Huhuhu *menangis
Terakhir, saya ingin pindah ke luar kota. Saya merasa tidak bisa berkembang di sini. Dan, saya juga tak akan dapat gebetan kalau terus di sini. Hihihi. Tapi, pikiran tentang orang tua saya membuat ingin tetap tinggal. Saya ingin menemani mereka dan melayani mereka. Lama-lama perasaan semacam itu membuat saya sakit, karena terus bertahan pada sesuatu yang sebenarnya “mencekik” leher sendiri.

Why not?
Saya merasa mendapat kekuatan dari kata itu. Why not? why not? Iya ya, why not? *membisikkan berulang-ulang pada hati terdalam.


*ditulis untuk #1minggu1cerita


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Google+ Followers