2017: Terlalu Banyak Berhenti


Di akhir tahun ini, saya ingin mengatakan pada diri sendiri, “kamu terlalu banyak berhenti!”
Tahun lalu, saya sudah mengeluhkan hal serupa. Bahwa saya tak tahu harus berjalan ke mana. Rasanya semua jalan buntu, tak saya sukai. Akhirnya saya hanya berhenti, menjalani semua ini setiap hari, hingga sekarang penyesalan terdalam datang.
Tadi, saya melihat postingan foto seorang teman. Dia sedang berlibur dengan keluarganya. Dia tampak sangat bahagia—ya, itu sudah pasti. Setahu saya, pekerjaannya sekarang bukanlah pekerjaan impiannya. Tapi, dari pekerjaan itu dia bisa menghasilkan banyak uang dan membantu perekonomian keluarganya. Itu membuat dia sangat bahagia. Kemudian, saya melihat pada diri sendiri. Saya pun bekerja yang tak sepenuhnya saya cintai. Bedanya saya tak menghasilkan banyak uang dan tak bisa membantu perekonomian keluarga. Dan, saya tetap bertahan di sana. Tahun ini, saya tak berusaha cukup keras untuk berlari.
Saya melihat teman-teman melamar banyak pekerjaan, mencobanya, kemudian mengundurkan diri ketika tak cocok. Bahkan ada seorang teman yang dalam waktu dua tahun telah berganti lebih dari lima pekerjaan. Itu menyadarkan saya bahwa keputusan saya selama ini mungkin keliru. Hingga menyisakan penyesalan di akhir tahun lalu dan akhir tahun ini.
Ada banyak hal, yang saya sesali tahun ini. Karena saya terlalu banyak berhenti. Lebih baik salah jalan daripada berhenti. Jalan yang salah akan membuatmu menemukan jalan yang tepat suatu saat nanti. Kalau berhenti, maka saya tidak akan menemukan yang tepat. Saya telah melewatkan satu tahun ini hanya untuk berhenti.
Maka, yang ingin saya katakan untuk diri sendiri di akhir tahun adalah, “mulailah beranjak, jangan banyak berhenti lagi!”
*ditulis sambil kepo SBS Drama Awards 2017


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Google+ Followers