KampusFiksi Writing Challenge #Day1 : Tipe Kekasih yang Kudambakan



Waktu masih SMP atau SMA, aku orang yang tidak bisa menuliskan kriteria cowok idaman. Saat teman-temanku lancar menuliskan kata romantis, pintar, setia, dan lain-lain, aku tidak bisa mengungkapkan satu kata pun. Kalau ditanya kenapa, dulu aku akan menjawab tidak tahu. Karena aku tidak pernah merenungkannya.
Gara-gara challenge ini, aku berpikir, kenapa aku dari dulu susah menyebutkan tentang kekasih idaman. Ternyata, alasannya adalah aku tidak memandang serentetan hal demikian kalau sudah cocok dengan hal mendasarnya. Asal orangnya baik, tulus dan asyik. Asal masih sejalan dalam pemikiran dalam hal-hal tertentu. Waktu SMA, aku pernah jatuh cinta pada laki-laki yang tidak terlalu tinggi, tidak terlalu pintar, tidak romantis, tapi idealisme agamanya sejalan denganku. Aku juga pernah jatuh cinta pada laki-laki suka bolos, suka dihukum waktu upcara karena telat atau tidak pakai topi, tapi bisa mengusir kesepian yang sering melandaku.
Di sini, aku akan mengungkapkan kekasih dambaanku berdasarkan hal-hal mendasar itu dan dibumbui dengan sedikit khayalan. Haha.
Pertama, aku ingin kekasih yang sejalan denganku tentang prinsip hidup dan agamanya. Misal nih, setiap hari Minggu, aku mendedikasikan hidupku untuk nonton Running Man. Hanya untuk bersenang-senang dengan diri sendiri. Nah, ternyata, dia berprinsip kalau nonton Running Man itu tidak berguna. Lebih baik nonton Golden Ways, kemudian melarangku nonton Running Man. Sementara bagiku, golden ways dalam hidup bisa didapat dari mana saja, bukan lewat sebuah acara. Kan, kalau begini tidak sejalan namanya. Maka, aku berharap punya kekasih yang sejalan denganku. Untuk agama, asalkan caranya mencintai Tuhan dan menjalani hidup sejalan denganku.
Kedua, yang sangat kudambakan adalah kekasih humoris. Kalau ini, berhubungan dengan sifat “sering kesepianku secara sepihak”. Aku pernah sedikit membahas kesepian sepihakku di postingan sebelumnya. Aku berharap punya kekasih humoris, yang bisa membuatku tertawa lepas dan melupakan kesepian itu. Tapi, bukan berarti aku ingin kekasih pelawak, semacam Tukul.


Ketiga, laki-laki yang asyik. Contoh laki-laki asyik itu seperti karakter yang dimainkan oleh Kim Woo Bin di film Twenty, pemeran utama di film Mood of The Day, Landon di film A Walk to Remember, Dilan di novel Dilan, Christian Grey di Seri Fifty Shades.
Keempat, tidak ada. Aku susah memikirkan yang lainnya lagi. Selebihnya, jadi diri sendiri, baik, tulus dan tidak alay. Rasanya akan lebih menyenangkan kalau kita menjadi diri sendiri, kemudian saling menemukan dan berbagi dalam ketulusan.
Untuk saat ini, selesai. Lain kali akan kutambah, kalau ada film baru dengan karakter laki-laki menarik. Haha!


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Google+ Followers