30DWC #Day21: Three Lessons Do You Want Your Children To Learn From You



Saya belum menjadi seorang ibu. Jadi, tidak tahu nantinya akan seperti apa. Sekarang, yang ada di pikiran ketika disodori pertanyaan seperti tema challenge, hanya tiga hal ini. Entah suatu saat nanti akan berubah atau tidak. Manusia selalu berkembang. Begitu juga diri saya. Siapa tahu, saya menemukan “harta karun” dalam diri sendiri lagi.
1.    Lembut Hati (Baik Hati)
Beberapa waktu lalu, saya dan teman mengeluhkan tentang mengapa saya dan dia selalu jadi pihak yang tersakiti. Mulai dari dibohongi para mantan sampai gebetan direbut teman. Asal saja saya nyeletuk bahwa mungkin memang hukum alam menetapkan kita sebagai pihak tersakiti. Lalu, kata seorang teman lain yang ikut dalam percakapan itu, orang baik akan selalu tersakiti. Saat itu, aku berpikir bahwa mungkin perkataan itu benar. Mungkin saja aku dan dia baik, sehingga selalu jadi “korban”. Saya bertanya pada diri sendiri. Apakah saya lebih rela disakiti atau ingin berubah menjadi pihak yang sebaliknya?
Hati kecil saya menjawab rela disakiti. Dan, saya ingin anak saya belajar tentang kebaikan hati itu. Saya ingin punya anak berhati baik, agar tidak menambah pihak orang yang menyakiti. Kemudian, saya juga berharap dia memiliki hati yang lembut. Hati yang lembut lebih mudah disentuh. Mungkin ini juga salah satu cerminan diri saya yang tidak suka kekerasan.
2.    Perenung
Setiap apa yang terjadi pada diri ini, jika tidak direnungkan hanya akan sia-sia. Tidak berarti apa-apa. Tidak punya makna apa-apa. Saya ingin anak saya belajar merenungi setiap apa yang terjadi kemudian mengambil sejumput pelajaran darinya. Itu akan menjadikannya sebagai seorang pembelajar.
3.    Open-minded
Saya sudah pernah bercerita tentang open-minded di postingan sebelumnya. Intinya, saya tidak ingin anak-anak terkungkung dalam sekat yang dibuat oleh pikiran sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Google+ Followers