30DWC #Day2: Something that Someone Told You About Yourself That You Never Forgot


Ada seseorang yang secara nggak langsung bilang kalau aku ini nggak jenius/nggak pinter karena nggak pernah nakal waktu kecil. Dan aku juga nggak “tahan banting” karena keluarga mendidikku tanpa “kekerasan”. Sejak saat itu, aku belajar dua sampai tiga kali lipat dari biasanya sebelum mengajar les. Dan aku mencoba untuk “lebih kuat” dari biasanya.
Seorang teman juga pernah bilang padaku kalau aku ini orang yang open-minded. Gara-gara aku yang “kalem” dan jarang berkata kasar kuat bertahan pada obrolan bertema celana dalam. Aku nggak menyuruh mereka berhenti atau pergi meninggalkan orbolan.
Aku nggak suka memberi sekat pada sesuatu, hingga mereka membentuk kotak-kotak tertentu. Aku justru heran dengan mereka yang memberi sekat atau membuat golongan. Suatu hari di semester 4, saat aku masih kuliah, aku memutuskan untuk memakai rok dan tidak mau memakai jilbab yang kainnya tipis. Hanya karena aku sudah tidak nyaman dengan penampilanku yang kemarin. Itu wajar, kan? Seperti saat kita sudah bosan dengan satu gaya rambut, maka kita akan pergi ke salon dan mengubahnya. Sayangnya, nggak sesederhana itu menurut orang lain. Orang-orang di sekitarku mulai memandangku beda. Ada yang bertanya, “masihkah kamu mau menemaniku nonton konser setelah ini?” atau “apa kamu nggak mau pacaran dan nggak mau dekat dengan lelaki lagi?”. Hei, apa yang salah? Aku akan nonton konser jika aku suka dan suaranya tidak terlalu keras. Dan aku akan pacaran jika aku sudah bertemu orang yang membuatku ingin pacaran.
Aku nggak tahu apa salahnya perempuan yang memakai rok dan jilbab tebal pergi ke sebuah pertunjukan musik atau drama bersama teman-temannya. Aku juga nggak tahu apa salahnya perempuan yang nggak memakai jilbab pergi ke masjid untuk mendengarkan ceramah.
Masih ada satu lagi yang kuingat yang pernah beberapa orang katakan. Para mantan gebetanku, semuanya bilang kalau aku ini manis. Hahaha! Entah gombal atau nggak, namanya juga pedekate. Yang jelas aku ingin ingat itu. Cewek suka ingat kalau dibilang cantik atau manis, kan? :D
  
Rasanya, aku orang yang lebih mengingat komentar tentang kekuranganku daripada kelebihanku. Mungkin aku terlalu negativitas (apa, sih!). Aku jarang percaya apalagi ingat tentang hal baik apa saja yang orang lain katakan padaku. Misal ada yang bilang aku keibuan, dewasa, enak diajak cerita dan semacamnya, aku tidak memasukkannya ke dalam hati. Karena aku tidak percaya kalau punya semua itu. Seringnya, aku ingat hal-hal negatif atau kekurangan yang orang lain beritahukan padaku. Kenapa begitu, aku juga tidak tahu.



0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Google+ Followers