#Renungan23 Tak Perlu Tunggu Hebat untuk...

gambar diambil dari sini

              Beberapa hari yang lalu, saya menemukan sebuah blog secara tidak sengaja. Blog sederhana itu berbagi tentang pengalaman dan pemikirin hidup penulisnya. Saya terbawa dengan setiap pengalaman dan pemikiran yang penulis tuturkan. Tanpa disadari, saya turut mengamini apa yang penulis ungkapkan. Boleh dibilang, saya bisa mengambil hikmah dari tulisan itu. Mendapat pencerahan, pikiran-pikiran baru yang patut direnungkan agar hidup lebih positif. Saya pun sangat bersyukur telah menemukan blog itu.
            Postingan blog tersebut, telah mengubah pikiran saya tentang beberapa hal tertentu. Salah satunya tentang berbagi kisah, berbagi pemikiran lewat tulisan. Dulu, saya berpikir bahwa menuliskan sebuah kisah tidaklah mudah. Ada banyak teori yang perlu dipelajari. Ada banyak tahapan yang perlu dilalui hingga kisah itu pantas atau layak dibaca. Tetapi, sekarang pikiran saya mulai berubah.
            Saya membaca blog tersebut, kemudian menyadari bahwa saya—secara tidak langsung—sedang membaca pikiran si penulis. Sebagai seorang manusia, saya juga punya pemikiran dan perenungan dalam hidup. Sayangnya saya tidak pernah berani menuangkannya dalam bentuk tulisan. Karena mindset saya tentang tulisan yang saya ungkapkan tadi. Atau sebut saja saya terlalu perfeksionis. Tidak berani menuliskan kisah hidup yang membuat saya belajar, menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam kepala saya, dan menuliskan pikiran tentang sebuah hal. Saya merasa belum layak, belum hebat. Hingga yang saya dapatkan hanyalah kisah-kisah yang terlupakan, pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab, dan pikiran-pikiran yang hilang karena tertumpuk oleh pikiran lain—bahkan saya lupa pernah berpikir seperti itu. Padahal, menuangkan semua itu dalam sebuah tulisan bukan hanya tentang bagus tidaknya tulisan atau indah tidaknya tulisan. Tetapi, tentang mengabadikan kisah dan pikiran. Mengingatkan diri sendiri bahwa saya pernah punya kisah dan pikiran semacam itu pada suatu waktu. Pikiran manusia kan tidak stagnan, selalu berubah, jika ia menyerap banyak informasi. Pun tentang berbagi apa yang dipikirkan kepada orang lain. Barangkali, ada seseorang yang membacanya kemudian mengambil sesuatu yang baik dari tulisan itu; seperti yang saya lakukan pada blog tadi.
            Maka, saya mulai berpikir untuk mengisi blog ini, tidak hanya ketika merasa punya tulisan yang layak baca. Merasa sudah cukup hebat dalam menulis hingga baru mau menulis di sini. Kutitipkan kisah, pertanyaan dan pikiran dalam #Renungan23. Maksudnya, apa-apa yang saya alami, saya tanyakan dan saya pikirkan di usia 23 sekarang ini. Walaupun pergantian usia ke 23 saya sudah berlalu beberapa bulan di belakang. Itu tidak masalah. Karena terlambat masih lebih baik daripada tidak sama sekali. Jika saya ditanya apakah saya menyesal baru memulai sekarang? Jawabannya sama sekali tidak. Penyesalan hanya akan mengganggu kemauan untuk maju. Saya coba membalik pertanyaan “kenapa saya tidak mulai dari dulu?” menjadi pernyataan “saya bersyukur disadarkan sekarang untuk memulai ini daripada nanti.”
          Saya ingin menutup tulisan ini dengan sebuah kutipan lagu “Terhebat” dari CJR. Bagaimanapun juga, lagu itu ikut menyumbang kekuatan. Bahwa tidak harus menunggu jadi hebat untuk melakukan apa pun yang diinginkan. Karena ekspektasi hebat hanya akan menjebakmu dalam ketidakberanian dan ketidakpercayaan diri untuk memulai.

Tak perlu tunggu hebat...Untuk berani memulai apa yang kau impikanHanya perlu memulai...Untuk menjadi hebat raih yang kau impikan

Putri Lestari 

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Google+ Followers