[Resensi: Cinta Acakadut] Sebuah “Misi” Pencarian Tulang Rusuk



Judul: Cinta Acakadut
Penulis : Furqonie Akbar
Penerbit : PING!!!
Cetakan : I, 2015
Tebal : 220 halaman
ISBN : 978-602-255-834-7


Ini kali kedua saya menulis resensi. Masih ada sedikit rasa canggung dan kikuk, sih. Apalagi, buku yang ini beda dengan yang kemarin—Alles Liebe (sebuah novel yang ditulis oleh Farrahnanda). Sampul belakang buku ini memang melabelinya sebagai “Novel”. Tapi, setelah dibaca, ini seperti Personal Literatur, biasanya disingkat PerLit. Oke, saya akan mulai berceloteh dengan santai (sesantai penulis bertutur melalui buku ini) dari kacamata saya yang masih buram; terutama soal PerLit.
Cinta Acakadut menyajikan pernak-pernik dunia percintaan dengan bahasa santai. Penulis memberikan beberapa sudut pandangnya tentang dunia percintaan; tentang sebuah hubungan, jomblo, move on, fase-fase hubungan, gombalan, dan lain-lain. Serba-serbi dunia percintaan itu diceritakan dalam bab tertentu, seperti berikut:

Jenis-jenis hubungan..................................................................................... 10
Tukang Modus, Playboy, & Cuma Mata Keranjang....................................... 35
Spesies-Spesies Jomblo................................................................................ 39
Move On......................................................................................................... 49
Sabtu Malam Vs Malam minggu.................................................................... 55
Gombalan So Sweet Anak Muda.................................................................... 86
Fase-Fase dalam Hubungan Percintaan Kawula Muda................................92

Sudut pandang penulis tentang percintaan, ditulis dengan gaya bahasa yang santai dibarengi humor. Tapi, saya rasa, bab-bab tersebut cocok dibaca anak remaja yang baru gede. Kalau untuk seseorang yang sudah berumur 20 plus sih—nunjuk diri sendiri—agaknya mereka sudah punya pemahaman sendiri. *salam dua jari sambil nyengir
Ada satu sudut pandang cinta yang sebenarnya biasa saja, tapi penulis mengemasnya dengan apik, seperti berikut ini.

Karena, rumus cinta berbunyi:
Ganteng + baik – kere = jomblo
Jelek + kaya + agresif = punya gebetan tapi paling lama 1 bulan
Ganteng + baik + kaya = punya pacar 10

Saya memang tidak sepenuhnya sepaham dengan rumus yang dibuat penulis. Tapi toh, di dunia nyata kita jumpai penerapan rumus tersebut. Hahaha…
Bagian lain dari buku ini adalah cerita tentang kisah percintaan penulis dan teman-teman terdekatnya. For your information, saya sangat suka dengan bagian ini. Penulis membeberkan kisah-kisah percintaannya. Pun kisah percintaan teman-teman terdekatnya. Campur-campur deh rasanya, waktu baca bagian ini. Satu hal yang bisa diambil dari bagian ini adalah pelajaran tentang cinta.
Sisanya, penulis memberikan cerpen, renungan, dan beberapa makna cinta dari teman-teman terdekatnya. Makna-makna cinta yang ada nggak sepenuhnya mellow, tapi ada sisi humorisnya. Namanya juga arti cinta dari berbagai jenis menusia. :D
Dibagian ini, saya paling menikmati bab renungan. Ada kalimat nampol yang kudu dibaca seluruh umat di dunia ini, termasuk kamu yang lagi baca resensi ini.

… Padahal ibu kita selalu memberikan cinta tanpa batas. Tapi, kita mengabaikannya dan malah memberikan cinta berlebih kepada orang lain…
__Furqonie Akbar (halaman 207)

Sebuah “Misi” Pencarian Tulang Rusuk
Tidak banyak yang bisa saya ulas dari Cinta Acakadut. Saya hanya bisa menuliskan bagian ini sebagai penutup.
Buku ini seolah membawa kita berkelana pada kehidupan cinta seseorang dan pemikiran-pemikirannya tentang cinta. Mulai dari cinta pertamanya hingga kisah cintanya yang lain. Kisah seseorang yang mengalami banyak suka maupun duka. Beberapa pelajaran diambil untuk menjalani cinta selanjutnya dan selanjutnya. Begitu kiranya garis besar yang saya tangkap.
Layaknya kisah seseorang di buku ini, saya yakin, semua orang juga pernah mengalami kisah cinta yang menguras emosi. Mungkin apa yang kita alami berbeda dengan apa yang dialami penulis. Dari segi cara menjalani sebuah hubungan maupun cara memaknai hubungan. Apakah kita tahu, semua kisah cinta yang kita alami, baik pahit maupun manisnya, sebenarnya untuk apa?!
Di akhir buku ini, penulis membuat kita menyadarinya muara akan semua kisah cinta yang pernah kita alami. Setelah larut dalam perjalanan cinta yang acakadut, penulis mengantarkan kita pada sebuah “misi” pencarian tulang rusukyang kita temukan diakhir. Itulah yang sebenarnya menjadi tujuan dari semua pejuang cinta. Dan buku ini ditutup manis dengan sebuah surat untuk seorang tulang rusuk (penulis).

Surat Cinta untuk Tulang Rusuk
Tapi, aku percaya bahwa Tuhan akan segera mempertemukan kita dengan cara yang sangat unik. Karena itulah, aku akan terus bersabar, akan terus mencarimu. Dan, kau di sana, tunggulah aku.
Tulang rusukku, aku mencintaimu. Aku merindukanmu.

__Furqonie Akbar (halaman 211)



0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Google+ Followers