Nasib, Jodoh, Siapa yang Tahu?


Beberapa hari yang lalu saya sempat dilanda galau yang luar biasa. Makan tak enak, tidur tak nyenyak, sampai hidup enggan matipun tak mau (hehe, lebai). Namun pada akhirnya saya tertawa renyah saat mengingat satu hal. Tidur nyenyak, makan banyak, gemuk jadinya.
Hari ini seorang teman juga mengalami hal sama. Saya merasa perlu membagi sesuatu dengan dia. Biar makannnya tambah enak, tidurnya tambah nyenyak, dan agak nambahlah berat badannya. (Haha, becanda dech).
Saya tahu benar, tidak mudah memutuskan sesuatu yang berhubungan dengan masa depan. Apalagi ketika pilihan itu terasa sulit. Bahkan kadang kita merasa itu bukanlah sesuatu yang bisa dipilih. Dua, tiga atau empat hal yang sama pentingnya, sama resikonya dan sama belum pastinya.
Kalau memilih yang pertama akan begini namun begitu. Memilih yang kedua akan begitu namun begini, dst.
Pikiran-pikiran itu terus memenuhi otak. Memeras seluruh syaraf untuk berpikir lebih keras. Hingga memberi efek galau luar biasa.
Tidak ada lagi hal yang bisa dipikirkan sebelum keputusan dibuat. Pusing. Galau. Aaarrgghhhh rasanya kepala mau pecah. Ingin berteriak seperti orang gila.
Sadarkah, saat-saat seperti itu, ada satu hal yang terlupa. Satu hal yang sangat penting. Satu hal yang mendasar. Satu hal yang harusnya tak pernah dilupakan dalam keadaan itu. Satu hal itu adalah Tuhan. Sang pemegang skenario.
Nasib, siapa yang tahu selain Tuhan?
Entah keputusan apa yang diambil. Tetap semua nasib akan berjalan sesuai skenario-Nya. Yang terpenting bukanlah jalan mana yang dipilih. Tapi bagaimana kau bisa berjalan di jalan itu dengan sebaik mungkin. Tidak melupakan Tuhan. Tidak melupakan hakikat hidup. Menempuh cara-cara yang baik dalam meraih sesuatu. Dan membuat hidup lebih bermakna dengan hal-hal yang berguna. Sekalipun nanti hasilnya mungkin tidak seperti yang diinginkan, tapi kau telah mendapatkan hal berharga. Kebermaknaan hidup.
Tenang saja, Tuhan sudah punya skenario terbaik untuk setiap makhluk. Ibaratkan saja hidup ini seperti film.
Si penulis skenario sudah merancang kapan tokoh utama akan jatuh ke titik terendah kemudian bangkit mencapai puncak. Anggaplah hidup sederhana seperti itu.
Kalau kau menemui kesulitan, merasa berada di titik terendah, ingatlah Sang Penulis Skenario sudah menyiapkan satu episode baru yang lebih baik. Kapan episode terbaik akan muncul? Tunggu saja tanggal mainnya. Bersabarlah. :-)
Ini juga berlaku untuk jodoh. Hal paling krusial saat usia sudah 20++ (untung aku baru 17. hihihi).
Saat pilihan mulai berdatangan. Atau bahkan saat tidak ada yang dipilih sekalipun. Tenang sajalah. Tuhan sudah menyiapkan skenario terbaik. Tunggu saja episode tabrakan dengan cowok keren di jalan ( idih sinetron banget. haha).
Dan hal yang perlu diingat tentang jodoh adalah. . .

Bersambung. Tunggu di "Nasib, Jodoh, Siapa yang Tahu? Bagian 2". :-)

_Misi menghibur seorang teman. Semoga kau terhibur_

Putri Lestari.

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Google+ Followers