Teriakan Hati

Entah ini apa namanya. Teriakan atau umpatan atau apalah. Yang prnting bikin hati ini plooonnngggggggg. Hampir 45 hari. Rasanya hati ini pangin meledak. Mungkin karena aku gag nyaman sama keadaan ini. Aku udah coba nerima nasihat seorang teman "Hey, jangan suruh orang lain buat menyesuaikan kamu. Tapi kamu yang harus menyesuaikan orang lain." Yups itu bener banget. Gag ada yang sama. Sama sekali tanpa cela. Tapi, aku juga perlu bilang ke kamu "Hey, apa aku harus menyesuaikan orang- orang yang gag bisa komit dan gag bisa diajak kerja?". Yach, sayangnya semua itu hanya bisa kupendam. Diam itu emas (katanya). Dan jeng jeng seiring berjalannya waktu, si penasihat itupun "muak" sama keadaan ini. Saatnya angkat topi dan ketawa syetan. Bener aku tho?
Yach kalau dipikir- pikir, gimana aku bisa nyaman coba. Ada si komando yang bikin illfeel gila. Aku gag pernah nuntut seorang komando harus perfect. Tapi kalau komandonya gag bisa bikin kebijakan, peraturan yang tegas, terus maunya cuma modus- modus gag penting, siapa yang gag muak? Aku tahu, sebuah pengakuan pernah dibuat. Katanya emang udah gag bisa dikembangin, gag bisa dimajuin atau apalah namanya. Oke, kalau itu memang alasan yang membenarkan, coba kita lihat kasus lainnya. 3 bulan sebelumnya, aku sangat respect sama satu orang. Bukan karena dia cakep, baik, dll. Tapi karena dia bisa menempatkan diri dengan sempurna. Dan itu sangat mempesona. Dia bukan orang biasa memang. Kalungnya aja nyekek leher tak karuan, rokoknya gag pernah berhenti, dan mungkin dia juga bukan manusia. Sebangsa kalong. Hidupnya jam 1 sampai 4 pagi di warung kopi. Tapi apa yang terjadi sama dia? Dia sempurna mempesona kita 20 anak. Dia menjadi pemimpin yang tiada tandingannya. So, masih ngeles gag bisa belajar dan berusaha?
Ada juga nich yang tukang ngeles banyak buanget alasannya. Ada ini ada itu, mau ini mau itu, si anu kena ini kena itu. Mungkin beberapa orang terpesona sama kamu. Tapi aku SEBALIKNYA. Sama sekali gag ada pesonamu yang nyait di otakku.
Satu lagi tukang bikin acara gag jelas. Alih- alih refreshing atau apalah. Terus tempat tugasnya mau ditinggal gitu aja? Yaudah aku yang di tempat tugas gpp. Gag usah ikut refreshing. Lagian juga ngapain refreshing sama orang- orang yang bikin gag nyaman? Eh, giliran mau ngalah dituduh gag kompak. Dan jeng. . . jeng. . . beberapa hari kemudian, ada usul juga buat ninggalin tempat tugas. Terus bilangnya tempat tugas jangan ditinggal. Hey, Hellllooooo apa kabar LO pas ngatain gue gag kompak?
Dan yang paling males itu kalau mimpin orang- orang yang gag komit. Disuruh berangkat jam 8 minta dimolorin jam 9, 10 atau jam berapalah. Oke dech, aku gpp. Aku tetepa jam 8. Itu adalah sebuah komitmen yang ku bangun karena dedikasi perjanjin awal. Eh ternyata komandonya aja ngelanggar. (Sakitnya tuch di sini). Udah gitu, resiko jadi koordinator itu yang bikin pahit banget. Nugasin si ini si itu buat karena kemarin aku udah tugas dan sekarang lagi gag fit, gag juga dijalanin. Yowes aku sing ngerjake tugase sidane. Pahit banget tuch. Malesi.
Eh, ada juga senengnya lho. 45 hari hampir habis. Semangat.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Google+ Followers