Ku Namai Dia Perempuan Bermulut Racun

Pernah nonton film kartun yang ada tokoh ibu tiri atau penyihir jahatnya? Waahhhhhhh. . .  perempuan ini masih kalah jahat dari itu. Ku namai dia perempuan bermulut racun. Tak ada yang spesial memang. Dari wajahnya yang biasa saja, badannya yang juga biasa- biasa aja. Eitssss. . . tapi ada satu yang paling spesial. Mulutnya. Mulutnya beracun. Setiap apapun yang dikatakan hanya mampu menorehkan luka di hati orang lain.
Selama kurang lebih 40 hari (kalau mau dihitung tepatnya ya 45 dikurangi 9), cuma luka dan obrolan gag penting yang keluar dari mulutnya. Kritik ini- itu. Mulai dari ngelipet surat, minta tanda tangan, ngasih kenang- kenangan, semua dikritik. Begini salah, begitu salah. Oke dech gpp. Eh eh tapi kok kamunya malah sama sekali gag kerja ya? Hmmm. . .  bentar dech, tak pikir dulu. Kamu pernah kerja apa ya selama ini? (Sambil pegang kepala). Tik. Tak. Tik. Tak. Tik. Tak. Tetoootttt. (Waktu buat mikir habis).
Eh iya, kamu kerja kok. Kerja banget. Kerja ngedoain cowok! Eits bukan ngegodain ding. Merhatiin shalatnya, merhatin cukuran kumisnya, merhatiin mandinya, handuknya, pulangnya, mungkin juga merhatiin gebetannya. Biar gebetannya gag nempel terus gitu. Kakakaka.
Terus yang bikin aku jengkel sama kamu ya hari ini. KARENA KAMU SOK. SORRY NEK SOMBONGKU WES METU. Sok banget ngejudge orang kayak tuhan. Emang kamu Tuhan? Bisa tahu tingkat kenyamanan seseorang terhadap orang lain? Pliisss dech, gag usah sok tahu!
Dan. . .  em . . . BTW, emang aku gag bisa naik motor. Karena aku gag punya. SORRY KELUARGAKU GAG SEKAYA KAMU YANG BISA BELIIN ANAKNYA MOTOR SATU- SATU. Tapi aku beruntung ada orang- orang layaknya LELY, ARIS, ARIF, ENI, YEKTI, EKO, YUDHA yang dengan ikhlasnya mau boncengin perempuan seberat 50 kg ini. (Allah masih berbaik hati). :-)
Dan mulutmu itu semakin beracun karena kamu selalu membicarakan hal- hal yang fulgar dengan laki- laki tanpa batas. HARGA DIRIMU DI MANA? KECUALI KAMU DOKTER KELAMIN!. Perempuan bodoh  mana yang mau kupas tuntas seputar seks dengan semua laki- laki. Oke kita udah dewasa, hal semacam itu patut di share. Tapi gag bisakah kamu nyari forum yang isinya perempuan semua buat diskusi itu? Atau emang karena mulutmu selalu nyakitin perempuan sampai gag bisa bentuk forum perempuan buat diskusi? HEHEHE. . . KASIAN BANGET HIDUPMU!
. . . . .Nyata.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Google+ Followers