realitas uangkapan "kalau jodoh tak kemana"

" kalau jodoh tak kemana" katanya...
ungkapan lama yang tak berubah seiring dengan perubahan zaman. heran banget ya, teknologi saja sudah semaju ini. petuah tetua kog tidak bergeser sedikitpun. tapi, tunggu dulu..... baca dulu kisah yang satu ini... ini adalah sepercik kisah hidup saya..

menengok 7 tahun silam, saat saya duduk di kelas 6 sebuah Sekolah Dasar (SD pendeknya). sekolah mengadakan perpisahan di Gunung Muria ( salah satu tempat wisata di kudus ). yang namanya gunung, gag cuma gunung- gunung saja objeknya. tersebutlah sebuah air terjun yang indah ( pada saat itu), "montel" dijuluknya. setelah melewati beberapa ritual perpisahan bersama guru dan kawan- kawan, tibalah saat kita semua menuju " montel". suasananya sangat ramai. saya berjumpa dengan berpuluh- puluh wajah asing. namun, ada satu wajah asing yang saya temui dalam situasi tak terduga. puas bermain di montel, guru- guru sudah mengkodekan untuk kembali ke posisi semula. jalan yang dilewati untuk dan dari montel bukanlah jalan biasa. tapi jalan yang membutuhkan perhatian extra untuk kakimu. wuhhhh licinnya minta ampuuunnn... saya dalam perjalanan sedarinya montel. saat hampir melewati belokan, tiba- tiba "bruuuuugggggg... debbbuuuggg...." seorang gadis seumuranku tersungkur dihadapan. lengkap dengan jaket jeans longgar, dengan style rambut agak ikal. sayang sekali, refelksku untuk menolongnya datang terlambat. teman yang datang bersamanya sudah menolong. kemudian, saya hanya mengamati saja. dia dibantu duduk. hanya kuliahat ekspresi wajahnya. tak ada niat mengingat.
begitu sekiranya kejadian 7 tahun silammm.. dan sekarang, ayo kita flashback ke 4 tahun silam kehidupanku.. saat aku menjalani sebuah masa orientasi di salah satu SMA di kudus. SMA 1 BAE KUDUS tercintaku... masa- masa mendebarkan buat saya dan teman sejawat saya. 3 hari itupun saya lalui dengan terus menempel bersama sahabat dekat saya waktu SMA. desy dan vivi namanya. setelah MOS, desy dan vivi berencana untuk sebangku. dan saya, duduk sebangku dengan tiara, teman baru di kelas baru ini. ternyata benar, manusia hanya bisa merancang, tetap Tuhan yang menentukan. ke esokan harinya, setelah MOS, saya di hadapkan dengan kenyataan dimana tiara duduk dengan teman duduk saat MOSnya yang sudah di atur kakak pendamping. dan saya?? masih duduk sendiri. hingga semua bangku penuh. kecuali bangku di sebelahku, dan bangku seorang cewek yang duduk di depan. atas saran ketua kelas, maka dia bergabung denganku. kita baru berkenalan, dan mencoba mengakrabkan diri. beberapa hari berjalan lancar. dia pribadi yang baik. namun belum sepenuhnya ku kenal dia. waktu yang membuat kita dekat. 
saat mata pelajaran bahasa indonesia, tersebutlah sebuah tugas dari bu guru. suruh buat cerita tak terlupakan. yahh yang namanya teman sebangku, sudah dekat pula, tak ada kata rahasia untuk sebuah tugas. dia baca ceritaku, dan aku sebaliknya. tibalah saat aku membaca ceritanya. dia bercerita tentang dirinya yang pernah jatuh di jalan menuju montel, saat kelas 6 SD. saya langsung terkejut dan mengorek informasi darinya. aneh tapi nyata, dia lah orang yang jatuh di hadapanku dulu. saat aku juga berkunjung ke montel. 
kita pernah bertemu dalam status "orang asing" saat kelas 6 SD. dan sekarang kita dipertemukan lagi dalam "ikatan persahabatan" di kelas 3 SMA. dia adalah sahabat saya DIYAH AYU LESTARI, yang kebetulan nama belakangnya sama denganku. dia orang yang dengan sabar dan tanpa bosan menjadi teman sebangku saya selama 3 tahun di jenjang SMA. dia orang yang selalu berada di sisi saya, walau bukan dalam artian "raga". dialah "jodoh" untuk makna "sahabat karib" buat saya...
ungkapan " kalau jodoh tak kemana" walau hanya sebuah ungkapan lawas, but I believe  that.. :)
ini Putri Lestari bersama Diyah Ayu Lestari di jaman SMA, seragam coklat... muka "unyu- unyu" kita...haha...
tulisan ini saya dedikasikan buat sahabat saya @diyahayulestari

oleh: putri9293

 


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Google+ Followers